Kembali
Bunda PAUD Palu Buka Pelatihan Stunting, Perkuat Pengasuhan dan Stimulasi Anak
SEKRETARIAT

Bunda PAUD Palu Buka Pelatihan Stunting, Perkuat Pengasuhan dan Stimulasi Anak

26 Oktober 2026 2 Menit Baca Oleh: MIMIN LUVI 663 views

PALU — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Palu, Hj. Diah Puspita, A.Md., membuka kegiatan Pelatihan Penanganan Stimulasi Stunting PAUD, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini berfokus pada penguatan pengasuhan dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Menghadirkan narasumber Mohamad Basir, S.Psi., M.Psi., Psikolog, pelatihan membahas penanganan stunting dari perspektif psikologi anak. Perhatian diberikan pada keterkaitan antara pemenuhan gizi, kesehatan, kualitas interaksi dengan pengasuh, serta kesempatan anak untuk bermain dan belajar.

Pengasuhan responsif menjadi salah satu perhatian utama. Orang tua dan pendidik perlu mengenali kebutuhan anak melalui ekspresi, perilaku, serta respons yang ditunjukkannya. Kepekaan tersebut membantu orang dewasa memberikan pendampingan yang tepat sekaligus membangun rasa aman pada anak.

Dalam keseharian, pendekatan ini dapat diterapkan dengan berbicara secara lembut, mendampingi anak saat menghadapi kesulitan, dan memberikan kesempatan mencoba sesuai kemampuannya. Aturan tetap diperlukan, dengan penyampaian yang mudah dipahami serta menghindari kekerasan maupun tindakan yang mempermalukan anak.

Pembahasan juga menekankan pentingnya pendampingan tanpa stigma. Anak yang mengalami stunting memiliki kebutuhan dan proses perkembangan yang berbeda-beda. Kondisi pertumbuhan fisik tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menilai kecerdasan ataupun kemampuan belajar anak.

Dukungan perkembangan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, seperti membacakan buku bergambar, mengajak anak berbicara, menyusun balok, menggambar, dan bermain bergiliran. Aktivitas tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa, berpikir, bergerak, serta berinteraksi dengan lingkungan.

Pelaksanaannya perlu mengikuti usia, minat, dan kemampuan masing-masing anak. Orang dewasa berperan memberikan contoh, menunggu respons, serta menghargai usaha anak ketika mencoba sesuatu. Dengan pendampingan yang hangat, kegiatan belajar dapat berlangsung melalui pengalaman bermain yang menyenangkan.

Perhatian turut diberikan pada pengasuhan makan. Suasana yang tenang, pengenalan makanan secara bertahap, serta kepekaan terhadap sinyal lapar dan kenyang menjadi bagian dari pengalaman makan yang positif. Stimulasi perkembangan tetap berjalan bersama pemenuhan kebutuhan gizi dan pelayanan kesehatan.

Selain pengasuhan, pelatihan membahas pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara beriringan. Pengukuran fisik perlu dilengkapi dengan perhatian terhadap kemampuan komunikasi, gerak, interaksi sosial, dan kemandirian anak.

Kerja sama keluarga, satuan PAUD, dan tenaga kesehatan diperlukan agar hambatan tumbuh kembang dapat dikenali lebih awal. Pendampingan yang sesuai kebutuhan memberi ruang bagi setiap anak untuk memperoleh dukungan secara berkelanjutan, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.

Bagaimana reaksi Anda terhadap berita ini?

SEKRETARIATDISDIKBUD